Senin, 27 Juli 2026
Filosofi Sawah
Hamparan padi menawan di bawah naungan awan,
Hijau menuju kuning bercermin pada biru yang terkadang mengabu,
Tiupan angin membuat setiap gerak menjadi syahdu,
Ada enigma dalam setiap irama nya,
Pesona alam yang membuatku terpaku,
Menyimpan pilu masa kecil yang kukira telah membeku,
Aku kecil di gandengan tangan ibu, pun adik yang sedang tumbuh dalam rahim itu,
Melewati hamparan demi hamparan dengan kaki mungil yang kelelahan,
Mencercah harap dari sosok pria yang amnesia akan perannya,
Ibu menangis sambil mengais aku yang mulai meringis,
Bukannya memenuhi tanggungjawabnya, pria itu memilih untuk menunjukan arah agar kami pulang.
Andai aku kecil bisa mengulangnya, akan ku akhiri pertemuan itu dengan mendorongnya ke atas tanah,
Agar dia tertanam bersama sawah yang basah
Ku biarkan ia tenggelam dan hadir sebagai nama di atas nisan,
Daripada hidup tapi takpernah memberi kehidupan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Hidup memang bergelombang, ombak kesedihan dan kebahagiaan pasti datang silih berganti. Ada saat di mana kita berada di titik lemah. Merasa...
-
Disudut desa, kulihat gadis kecil menatap langit dengan sejuta harapan di matanya. Ia meraung pada gunung yang jelas-jelas tuli. Dengan p...
-
Sore ini langit menyapaku dengan senyum yang merekah, menghadirkan lembayung indah seolah mengusap dahiku dengan lembut. Daun yang bergugura...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar